Casing. Tiap ada
sesuatu, pasti yang dilihat lebih dulu adalah casingnya. Memang fenomena casing
ini tidak bisa terbantahkan. Karena casinglah yang pertama kali dinilai oleh
orang. Mau beli baju, yang dilihat lebih dulu adalah model bajunya. Beli ponsel,
yang dilihat pertama kali adalah casing ponselnya, baru dilihat spesifikasi dan
harganya. Mau beli ini itu, dilihat yang pertama kali pasti casingnya.
Kesampingkan casing
dari benda mati itu dulu. Gimana kalau intip casing dari benda hidup. Yang mudah
aja deh, bagaimana kalau kita lihat casingnya manusia. Pasti udah dengar
tentang pepatah yang mengatakan “Don’t
judge a book by it’s cover” oke. Aku setuju sama pepatah itu.
Tapi, oh, ayolah,
jangan menjadi munafik. 9 dari10 manusia itu pasti menilai casing manusia
lainnya lebih dulu, baru menyimpulkan, dia tertarik dengan manusia itu atau
tidak. Kalau casingnya bagus, orang akan dengan mudah untuk tertarik dan ingin
lebih dekat dengan orang itu. Tapi gimana kalau casingnya gak terlalu indah,
orang tidak akan mudah untuk tertarik dengannya.
Jadi jangan heran,
kalau para wirausahawan mementingkan casing—untuk menarik perhatian pembeli—dari
pada kualitas dari barangnya. Dan, ya! jangan salah, casing manusia juga tidak
menjamin kualitas manusia itu sebagus casingnya. Silahkan anda tergila-gila
pada casing manusia yang tampan-tampan atau yang cantik-cantik. Karena anda
manusia biasa—seperti saya—yang juga tertarik pada casing yang bagus.
But,
buat yang dapat casing tubuh yang tidak terlalu indah. Jangan minder dulu.
Gimana kalau kita lihat kehidupan di dunia yang kejam ini. Gimana kalau kita
lihat nasib para pria/wanita dengan casing oke. Tidakkah kalian berfikir bahwa
8 dari 10 pria/wanita dengan casing oke, lebih sering terlena dengan kenikmatan
dunia yang memihak padanya?
Mereka—pria/wanita
dengan casing oke—lebih sering terlena pada dunia yang memihak padanya.
Diberkahi dengan casing yang oke, pasti memudahkan mereka untuk hidup di dunia.
Memudahkan mereka untuk mendapat perhatian lebih dari orang sekitar, memudahkan
mereka untuk mendapat nilai lebih. Memudahkan mereka untuk mendapatkan kekasih.
Memudahkan mereka untuk menunjukkan pada dunia,
bahwa dialah orang yang paling cantik, mengalahkan orang-orang lainnya
dan membuat mereka merasa pantas untuk dikasih lebih oleh orang-orang sekitar
karena casing yang diciptakan oleh Tuhan untuknya.
Dan itu semua yang
membuat 8 dari 10 pria/wanita dengan casing oke itu membuat mereka melencong
dari jalan lurusnya. Malas menghadapi dunia yang kejam ini, malas bekerja
keras, dan akhirnya menjual tubuh mereka. Mengenaskan? memang. Kalian tidak
percaya? sekarang buka mata anda lebar-lebar! Lihat kesekeliling anda! lebih
banyakan mana? model cantik atau model jelek? lebih banyak mana? gadis penggoda
cantik atau gadis penggoda yang jelek? lebih banyak mana? pria/wanita dengan
casing oke yang jadi selingkuhan? atau pria/wanita dengan casing un-oke yang
jadi selingkuhan?
Ya meskipun mereka
melakukan itu karena terpaksa. Tapi bukankah hidup ini penuh dengan pilihan? Bisa sajakan, mereka memilih jalan yang bersih
to face the cruel world. Karena
mereka diberi nilai plus dalam hal casing itu, yang bikin setan dengan gampang
mampir ke diri mereka.
Eits, tapi tidak semua
pria/wanita dengan casing oke itu kualitasnya jempot di balik. Ada banyak,
pria/wanita dengan casing oke itu punya kualitas jempot keatas. Tinggal
mereka—pria/wanita dengan casing oke—memilih jalan hidup mereka masing-masing.
Ingat. Hidup ini penuh dengan pilihan.
Trus, gimana yang punya
casing kurang oke? 9 dari 10 orang tidak dengan mudah tertarik pada manusia
dengan casing kurang oke. Butuh ketemuan beberapa kali dan menjadi lebih dekat,
baru mereka bisa tertarik dengan manusia itu. Tidak adil? memang. Dan itu
gara-gara casing. Disini, casing memang tidak menguntungkan untuk pemilik
casing kurang oke.
Tapi jangan salah.
Karena casing kurang okelah yang membuat manusia-manusia pemilik casing kurang
oke—seperti saya itu—jadi lebih giat untuk bangkit. Lebih mengedepankan kualitas
mereka daripada kuantitas mereka. 8 dari 10 orang pemilik casing kurang oke,
lebih unggul dalam orang pemilik casing oke.
Pemilik casing kurang
oke—yang otaknya cukup waras untuk bisa sukses dan lurus—akan bekerja dua kali
lebih keras dari pemilik casing oke, untuk menghadapi dunia. Disaat
teman—dengan casing oke-nya dengan mudah diterima kerja sebagai model/artis,
dia—pemilik casing kurang oke—yang tidak dengan mudah diterima sebagai
model/artis akan bekerja dua kali lebih keras untuk mencukupi kebutuhannya. Dan
dari kerja keras itulah, yang membawa mereka kepada kesuksesan yang mutlak,
bukan sementara karena kualitas yang selalu orang itu asah dalam mencapai kesuksesanya.
Dan jangan lupa.
Banyakan mana? wanita/pria dengan casing oke yang punya banyak pacar tapi sulit
dapat suami/istri? atau wanita/pria dengan casing kurang oke yang tidak punya
banyak pacar tapi gampang dapat istri/suami. Karena dalam hubungan berumah
tangga—sepertinya semua orang tau—kalau orang cenderung memilih yang lebih baik
untuk dijadikan istri/suami mereka. Bukan sekedar casing—meski casing bisa
memperbaiki keturunan.
Well
yeah,
sama seperti orang pemilik casing oke. Tidak semua orang pemilik casing kurang
oke itu lurus. Kalian bisa lihat di sinetron-sinetron, atau kalau perlu, kalian
bisa lihat di dunia nyata. Tidak sedikit, tindakan kriminal dilakukan oleh
orang dengan casing kurang oke—tidak sedikit pula, tindakan kriminal dilakukan
oleh orang dengan casing oke.
Semua ini tergantung
dengan pilihan kita. Mau pilih mana? bangkit atau semakin roboh? mau pilih
mana? sukses atau gagal? mau pilih mana? jaga kehormatan atau jual kehormatan?
itu semua pilihan kamu. Karena seperti yang kita ketahui, hidup ini penuh
dengan pilihan. Dan casing hanya masalah kecil untuk menentukan pilihan-pilihan
di dunia ini.
Tidak ada komentar: