PSIKOPAT SMAGER

welcome to our blog

We are Magcro

Psikopat SMAGER. Diberdayakan oleh Blogger.

Employment

Education

Category 1

Ads Inside Post

sman 1 geger

Find Us On Facebook

Advertisement

Featured Video

Featured Video

slide

Videos

Blogger templates

Blogger news

Gallery

Sports

Menu

Blogroll

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

    Posted by: Unknown Posted date: 23.48 / comment : 0



    JUST SAY “I LOVE YOU”
    by : Galuh Mega Kurnia
    sumber gambar: Google

    Cuman ngatain aku cinta sama kamu. Tapi itu sulitnya minta ampun. Ya Tuhan. Bantulah hamba. Mungkin dapat pacar memang bukan prioritas utamaku. Aku tidak terlalu mendamba hadirnya kekasih. Tapi aku juga tidak tahan untuk terus menyimpan perasaanku ini.
    Aku tidak pernah mengatakan pada siapapun, tentang perasaanku padanya.
    Pada dia, pria berkulit gelap dengan senyum menawan—Oh, Tuhan. Aku bisa gila—bahkan aku terlanjur menyimpan perasaanku ini untuk diri sendiri. Tidak pernah terbersit ide untuk membaginya dengan sahabatku sendiri. Tidak pernah.
    Pria itu terlalu perfect untuk bisa kudekati. Bukannya rendah diri, tapi memang itu kenyataannya. Dia pria yang hampir mendekati sempurna. Jangan tanyakan soal pelajaran. Dia sudah terjamin kualitasnya. Jangan tanya soal prestasi. Sudah banyak piagam dan piala yang dia bawa pulang. Jangan tanya soal Agama. Dia terlalu rajin untuk mengerjakan ibadah-ibadah yang bersifat sunnah. Puasa senin-kamis, tidak pernah absen. Bahkan aku terlalu takut untuk membandingkan diriku dengannya.
    Dilihat dari wajah. Menurutku dia tampan, dengan kulit gelapnya yang semakin membuatnya terlihat manis. Aku suka melihatnya tersenyum. Bahkan ketika kami tidak sengaja saling bertatap mata. Dalam hati aku berjerit histeris kesenangan. Sumpah demi apa? aku tergila-gila pada cowok itu.
    Diam-diam, aku selalu mencuri pandang untuk sekedar melihatnya. Atau kalau tidak, berlari dan berdiri bersandar ke kusen pintu kelas. Tentu saja, tingkahku itu terjadi ketika aku tau dia akan berjalan melewati kelasku.
    Kami pernah sesekali bertegur sapa. Aku selalu salah tingkah ketika ia menyapaku lebih dulu. Dan hasilnya, aku memberikan kesan dingin yang tidak menyenangkan pada pria itu. Pria yang bernama Aaron. Pria yang selalu membuat perutku tergelitik dan jantungku berdebar tidak karuan. Mungkin itu yang namanya JATUH CINTA.
    “Hai, Arcene” lagi-lagi, ketika aku sedang asik menyelesaikan tugasku di tempat foto copyan. Pria itu memanggil namaku. Spontan aku mengabaikan kertas-kertas yang masih hangat karena baru keluar dari mesin foto copy.
    “Oh, Hai” balasku salah tingkah. Ya, setidaknya aku sedang berusaha untuk mengurangi kesan dinginku dimata pria itu.
    “Tau Keiji nggak? aku pikir dia lagi tugas” tanya pria itu. Keiji adalah kawannya satu kelas.
    “Oh, tadi dia baru aja keluar. Habis foto copy buku tebel banget” ucapku.
    Pria itu tersenyum. “Yaudah, aku balik dulu ya” pria itu melambai dan pergi begitu saja. Ada rasa tidak rela yang datang menghampiriku. Andai aku itu wanita pemberani, pasti udah aku minta dia buat menetap disini. Ia, mungkin itu akan terjadi ketika aku sudah pintar membuat alibi-alibi yang kreatif.
    “Bengong aja, Dek. Foto copyannya sudah selesai tuh” ucap salah seorang pelanggan. Dan tentu saja, aku langsung mengambil tumpukan kertas tersebut lalu menseteples kertas-kertas itu sesuai aturannya.
    “Maaf ya mbak” ucapku setelah memberikan tumpukan kertas hasil foto copyan yang sudah jadi pada mbak-mbak tadi yang udah negur aku dan buat aku blushing.
    “Gak apa-apa, Dek”
    ***
    Jam tugasku sudah berakhir, aku melepas kartu identitasku dan memasukkannya kedalam saku. Kakiku berjalan menuju ke kelas. Mengambil tas sekolahku dan pulang. Hari ini aku tidak mengendarai sepeda motor, juga tidak di jemput. Aku lebih suka naik angkutan umum untuk meminimalkan polusi yang berceceran dimana-mana.
    “Arcene. Ada berita hot” salah seorang temanku yang belum kelas tiba-tiba berlari kearahku.
    “Ada apa Ani” ucapku malas.
    “Lo percaya gak?” Ani masih sangat antusias.
    “Percaya apa?” aku masih tidak tertarik dengan objek pembicaraan Ani.
    “Aaron, tuh cowok udah jadian sama adik kelas”
    Pesss
    “Aaron pacaran sama adik kelas?” ulangku tidak percaya. Tapi Ani mengangguk mantap. Bahkan dia memberiku bukti-bukti yang cukup kuat tentang Aaron yang jadian dengan adik kelasku yang masih duduk di bangku SMP.
    “Hebat benerkan? mana ceweknya cantik banget. Aaron memang sulit ketebak.” ucap Ani dengan semangat 45nya.
    Great, kamu terlalu lama mengulur waktu. Arcene. rutukku pada diri sendiri.
    Baiklah. Aku hanya perlu bersikap tegar disekolah—bahkan ketika Aaron menyapaku. Hadapi seperti hari-hari biasa. Aaron tidak bisa buat kamu rapuh. Aku tidak mau rapuh gara-gara cowok. Dan terlihat lemah dihadapan teman-teman yang bahkan tidak tau apa masalah pribadiku.
    Biarkan saja, aku menangis sembunyi-sembunyi di dalam kamar. Dan mengiklaskan pria itu dengan wanita yang lebih pantas untuknya. Dan selamat, buat aku sendiri yang bahkan tidak pernah masuk ke Friendzonenya Aaron. Bagaimana aku bisa berharap lebih pada pria itu.
    Ini hanya masalah waktu, dan aku yakin perasaan itu akan menguap begitu saja dan dilupakan oleh waktu. Semoga saja.  


    *NB: Kalo kamu pengin ngirim cerpen ato cerbung boleh kok, tinggal kirim aja, nanti q publish :)
    salam
    Email: danang.martin@yahoo.com

    icon allbkg

    Tagged with:

    Next
    Posting Lebih Baru
    Previous
    Posting Lama

    Tidak ada komentar:

    Leave a Reply

Comments

The Visitors says